Selasa, 31 Oktober 2017

Hari Penembakan 3

Cukup lama kami berlari kaki kanan gadis ini malah terkilir, mau tidak mau kita harus mencari tempat persembunyian. Untungnya didekat sini ada sebuah rumah kosong tak berpenghuni, jadi kami bisa bersembunyi disana sementara aku mengobati lukanya. Aku menyenderkan gadis itu ke sebuah papan. Ketika aku ingin membenarkan posisi senderannya, tak sengaja tanganku terpeleset dan malah membuat beberapa tumpukan kayu dibelakang terjatuh. Belum sempat aku bangun, terdengar suara langkah kaki masuk kedalam rumah. Degup jantungku kian meningkat. Tangan kiriku berusaha untuk menutup mulut gadis itu. Apa yang harus kulakukan? Apa ini akan berakhir?

Meoooonngggg..

Seekor kucing mendekatiku. Seketika lampu diatas kepalaku menyala. Kubuka kotak bekalku yang kubawa dari kosan, kulemparkan potongan ikan kearah persimpangan antar ruangan. Kucing itu segera berlari dan memakannya.
            
“Astaga, ternyata hanya seekor kucing. Kukira apa tadi.” Ia kemudian berlalu keluar.

“Kelihatannya sudah aman. Saatnya pergi sebelum dia menyadari kesalahanku yang melemparkan ikan goreng penuh.” Batinku.

Aku menggendongnya keluar melalu pintu samping.

Tak lama setelah keluar. Pria tadi baru sadar akan sebuah kejanggalan.
            
“Tunggu tunggu.. Didalam rumah kosong  yang sudah tak berpenghuni kenapa ada seekor kucing yang memakan ikan goreng utuh? Sialan aku tertipu!”

Laki laki itu kembali kedalam rumah kosong dan mendapati tidak ada siapa siapa didalam. 

Kemudian ia melihat sebuah pintu lain di dekat kucing tadi.
            
“Sial aku tidak bisa berlari dengan keadaan begini. Dan lagi, aku tidak tahu ini dimana dan akan kemana.” Batinku.

Didepan ada sebuah pertigaan yang cukup ramai kendaraan, mungkin disana ada bantuan. Keluar dari gang sempit tadi aku menemukan daerah yang tidak asing. Daerah sekitar kampus fakultas kedokteran. Kebetulan sekali didepan ada angkot.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Gara-Gara Indomie

Hari ini aku pulang malam, seharian aku mengunjungi kota Depok dan Tangerang untuk menghadiri Seminar Kepenulisan. Untungnya, sampai rumah ...