Drap.. Drap.. Drap
Suara langkah kaki terdengar
jelas disamping kosan. Aku yang berniat berangkat ke kampus pagi itu mendadak
terdiam di depan pintu gerbang. Suaranya kian jelas, tidak salah lagi sumber
suara mulai mendekat. Dalam hitungan detik seorang wanita cantik lewat di
depanku. Ia mendorongku lalu masuk kedalam kosan dan bersembunyi dibalik tembok
persis di sampingku. Belum sempat aku menjejalnya dengan berbagai pertanyaan
yang membuatku bingung, seorang pria datang.
“Permisi, apa kau melihat seorang
perempuan berambut panjang, memakai baju almamater dan masker lewat sini?” Ucap lelaki itu
bertanya.
Aku bingung harus menjawab apa. Aku sedikit melirik kearah
gadis itu.Matanya berkedip kedip, kepalanya menggeleng, dan kedua tangannya
menyatu didepan dada , seolah ingin berkata tolong aku!
“Ehmm.. Ohh.. Wanita itu! Dia
baru saja lewat sini. Dia berlari kearah sana.” Jariku menunjuk ke arah jalan disebelah kiriku
“Terima kasih banyak mas.”
Balasnya singkat, lalu berlari menjauh.
Aku memberikan tanda pada gadis itu bahwa seseorang yang
mengejarnya telah pergi. Gadis itu bangun dan menyalamiku. Lagi lagi, belum
sempat aku menanyakan hal yang mengganggu kepalaku dia sudah berniat untuk
pergi.
Sayangnya bahunya menabrak pintu gerbang yang membuatnya jatuh. Laki
laki yang berlalu tadi sontak menoleh ke belakang. Aku yang melihatnya segera
menarik tangan gadis itu dan mengajaknya kabur tanpa tahu apa yang sebenarnya
terjadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar