Selasa, 31 Oktober 2017

Hari Penembakan 2

Drap.. Drap.. Drap

Suara langkah kaki terdengar jelas disamping kosan. Aku yang berniat berangkat ke kampus pagi itu mendadak terdiam di depan pintu gerbang. Suaranya kian jelas, tidak salah lagi sumber suara mulai mendekat. Dalam hitungan detik seorang wanita cantik lewat di depanku. Ia mendorongku lalu masuk kedalam kosan dan bersembunyi dibalik tembok persis di sampingku. Belum sempat aku menjejalnya dengan berbagai pertanyaan yang membuatku bingung, seorang pria datang.

“Permisi, apa kau melihat seorang perempuan berambut panjang, memakai baju almamater  dan masker lewat sini?” Ucap lelaki itu bertanya.

Aku bingung harus menjawab apa. Aku sedikit melirik kearah gadis itu.Matanya berkedip kedip, kepalanya menggeleng, dan kedua tangannya menyatu didepan dada , seolah ingin berkata tolong aku!
“Ehmm.. Ohh.. Wanita itu! Dia baru saja lewat sini. Dia berlari kearah sana.”  Jariku menunjuk ke arah jalan disebelah kiriku

“Terima kasih banyak mas.” Balasnya singkat, lalu berlari menjauh.


Aku memberikan tanda pada gadis itu bahwa seseorang yang mengejarnya telah pergi. Gadis itu bangun dan menyalamiku. Lagi lagi, belum sempat aku menanyakan hal yang mengganggu kepalaku dia sudah berniat untuk pergi. 

Sayangnya bahunya menabrak pintu gerbang yang membuatnya jatuh. Laki laki yang berlalu tadi sontak menoleh ke belakang. Aku yang melihatnya segera menarik tangan gadis itu dan mengajaknya kabur tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Gara-Gara Indomie

Hari ini aku pulang malam, seharian aku mengunjungi kota Depok dan Tangerang untuk menghadiri Seminar Kepenulisan. Untungnya, sampai rumah ...